Kebijakan Iptek: Kemristekdikti Menambah Insentif Hilirisasi Hasil Inovasi

Insentif Hilirisasi Inovasi Bertambah

18 Juli 2016

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi meningkatkan anggaran dua kali lipat tahun ini untuk program insentif pemanfaatan hasil inovasi lembaga riset dan perguruan tinggi di industri. Itu sejalan dengan kebijakan hilirisasi hasil inovasi.
Direktur Inovasi Industri Kemristek dan Dikti Santosa Yudo mengatakan hal itu, Minggu (17/7), di Jakarta, terkait seleksi proposal yang diajukan untuk tahap berikut. “Tahun ini, 35 proposal aplikasi inovasi terpilih dan bisa bertambah karena seleksi masih berlangsung,” ujarnya.
Menurut Kepala Subdirektorat Industri, Energi, dan Transportasi Kemristek dan Dikti Wiwiek Yuliani, pada Program Insentif Teknologi 2015, terpilih 18 inovasi yang dipakai industri.
Fokus inovasi
Insentif setiap proposal Rp 200 juta-Rp 2,8 miliar dengan total hampir Rp 15,7 miliar. Proposal hilirisasi inovasi ke industri mencakup 8 bidang fokus, antara lain teknologi informasi dan komunikasi (TIK), teknologi pertahanan dan keamanan, transportasi, energi, kesehatan dan obat, pangan, serta material maju. Pemilihan sesuai potensi ekonomi dan nilai strategis inovasi.
Dari inovasi yang masuk industri, menurut Santosa, 12 teknologi siap diproduksi industri. Di bidang kedokteran, ada alat katup semilunar flushing untuk mengalirkan cairan otak dari rongga ventrikel ke rongga perut pasien hidrosefalus serta teknologi pembuatan implan tulang berbasis baja stainless 316L.
Di bidang TIK, dipilih unit pelatihan mektronik, alat bantu pembelajaran multidisiplin ilmu berbasis sistem perkakas CNC. Menurut Kepala Subdirektorat Industri TIK dan Hankam Kemristek dan Dikti Erwin Sjahrial, unit itu sedang disertifikasi. Ada 5 alat itu yang dipakai Institut Teknologi Sepuluh Nopember dan 10 alat di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Teknologi plastik dengan vacuum forming untuk pembuatan komponen eksterior otomotif serta teknologi rumah kaca dan aeroponik untuk produksi benih kentang juga diterapkan industri untuk produksi. Adapun automatic dependent surveillance broadcast (ADS-B) dirancang bangun perekayasa Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dibuat PT Industri Telekomunikasi Indonesia (Inti). Uji lapangan dilakukan di Bandara Semarang dan Bandung.
“Semua karya inovasi itu akan dipamerkan pada peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21 di Solo, 7-10 Agustus nanti,” kata Santosa.(YUN)

Sumber : Kompas edisi 18 Juli 2016

Comments are closed.